ekspor | impor | perijinan | global trade

Subscribe:

Importir Nakal

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengaku sempat akan disuap oleh para importir ikan ilegal. Fadel juga mengaku mendapat tekanan dari para politisi dan pejabat yang memintanya untuk mengendurkan upayanya terkait menghadang impor ikan ilegal.

"Ya, Benar," kata Fadel kepada detikFinance saat ditanya mengenai adanya cobaan suap dan tekanan tersebut, Selasa malam (22/3/2011)

Fadel juga membenarkan soal adanya pihak-pihak yang menyokong (backing) kepada importir termasuk dari kalangan DPR dan politisi. "Ya ada," ucapnya singkat.

"Importir-importir sudah seperti rentenir mau cepat kaya dan biarkan nelayan saya merana, maka akan saya lawan mereka-mereka," katanya.


Fadel menuturkan praktik importasi ikan ini sudah berlangsung lama. Menurutnya tingkah laku pengimpor ikan ini benar-benar merusak para nelayan lokal. Para importir ini, lanjut Fadel, hanya bermodal sepotong surat ekspor-impor, namun mampu memasukan barang semaunya importir tersebut.

"Ada dari pihak Kadin (Kamar Dagang dan Industri) yang menelpon saya terkait impor ikan ilegal itu, saya bilang tidak ada toleransi, kompromi," katanya.

Permainan para importir ini juga diamaini oleh Mantan Menko Perekonomian Ginandjar Kartasasmita. Menurutnya para pejabat pemerintah harus sadar terhadap potensi lobi-lobi para importir yang cenderung mengajak kompromi.

"Saya dengar dari Pak Fadel (Menteri Kelautan dan Perikanan) ada usaha untuk memberi sesuatu didalam amplop kepadanya, yang serta merta ditolaknya. Pak Fadel juga mendapat banyak telpon dan SMS, termasuk dari pejabat dan politisi, diantaranya anggota DPR, yang minta agar beliau meninjau kembali keputusannya," ucap Ginandjar.

Seperti diketahui kasus impor ikan ilegal yang masuk ke wilayah Indonesia semakin marak terjadi. Kasus terbaru misalnya di Belawan ditahan sebanyak 72 kontainer (1.944 ton) ikan, 81 kontainer (2.176 ton) ikan di Tanjung Priok Jakarta dan 37 kontainer (1.006 ton) ikan di Tanjung Perak Surabaya. Sementara itu di Bandara Soekarno Hatta sebanyak 7.687 ton.

Ikan impor yang masuk umumnya adalah jenis mackarel dan selar. Impor ikan ilegal yang ditahan sebagian besar berasal dari China, yaitu sebanyak 126 kontainer.

(hen/qom)