ekspor | impor | perijinan | global trade

Subscribe:

PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DENGAN EKSPOR

1. Eksportir / Shipper / Seller / Beneficiary
2. Importir / Consignee / Buyer / Applicant
3. Perusahaan Truck / Armada
4. Perusahaan EMKL / EMKU / PPJK
5. Pelayaran / Forwarding
6. Depo Container (Tempat penyimpanan container kosong)
7. Terminal Peti Kemas (TPKS) di Pelabuhan
8. Bea Cukai
9. Dinas Perdagangan
10. Sucofindo / Surveyor / Fumigator
11. Bank
12. Asuransi
13. Kantor Pajak / Sebagai pelaporan
14. Dsb (melihat produk/ komoditi yang diekspor)

Dokumen Ekspor

1. Commercial Invoice (wajib ada)
2. Packing list (wajib ada)
3. Bill of lading / Airway bill (wajib ada)
4. Certificate of origin / Surat keterangan asal
5. Fumigasi
6. Karantina hewan/ tumbuhan / ikan
7. Sertifikat mutu / Sertifikat halal / sehat
8. Asuransi
9. LS/ Laporan Surveyor
10. Dokumen lainnya yang dipersyaratkan sesuai dengan komoditinya

Barang yang Tidak Dikuasai

Barang yang Tidak Dikuasai (BTD) adalah barang yang setelah kedatangannya di pelabuhan melebihi batas waktu 30 hari tidak diurus, tidak diketahui pemiliknya, dan tidak melakukan pemberitahuan ke Bea dan Cukai.
Terhadap barang seperti ini Bea dan Cukai akan mengirimkan pemberitahuan kepada di empunya barang bahwa barang tersebut telah berstatus 'tidak dikuasai'. Sehingga barang tersebut ditarik dari pelabuhan dan dikirim ke balai lelang negara.
Pihak yang merasa memiliki barang tersebut diberikan waktu 60 hari sejak ditetapkannya barang ekspor/ impornya tersebut untuk melakukan pengurusan, jika waktu 60 hari tersebut tidak juga diurus maka akan dilelang oleh negara.
peraturannya di sini

Proses terjadinya kontrak penjualan (sales contract)


Dalam perdagangan internasional dikenal dengan adanya Sales Contract yang merupakan induk dari segala dokumen dalam perdagangan ekspor - impor. Dalam Sales contract tertuang perjanjian antara dua belah pihak penjual (eksportir) dengan pembeli (importir) mengenai hal-hal apa saja yang dipersyaratkan seperti nama barang, jumlah, kemasan, cara pembayaran, cara penyerahan barang, pelabuhan muat dan bongkar, waktu pengiriman, dan sebagainya. Sales contract terjadi dengan adanya promosi dari penjual, kemudian adanya permintaan dari pembeli, penawaran, pemesanan barang kemudian bila telah terjadi jual beli maka dituliskannya semua hal yang disepakati (terms of condition) di dalam sales contract tersebut. Berikut bagan dari proses terjadinya sales contract.

Media promosi / expo

Media-media promosi untuk menjaring pasar ekspor dapat dilakukan dengan media Internet, penawaran langsung, kunjungan, pameran, promo atau menghubungi kedutaan, kamar dagang atau agen-agen perdagangan luar negeri dsb. Media yang dapat diikuti untuk menjalin kerjasama dengan komunitas bisnis / exhibition spt :
ITPC (Indonesia Trade Promotion Centre)
ITCPDUBAI
ITCPLA
TFOCANADA
CBI-EU
JETRO (Japan External Trade Organization)
KOTRA (Korea Trade Agency)
MATRADE (Malaysia Trade)
TAIWANTRADE
IESINGAPORE (International Enterprise Singapore)

dsb.

Pengelompokan barang ekspor - Commodity classification

A. BARANG YANG DIATUR EKSPORNYA
Adalah barang ekspor yang hanya dapat diekspor oleh eksportir terdaftar : Contoh :
Kopi
Tekstil dan Produk tekstil, khusus untuk tujuan negara yang menerapkan kuota (Amerika Serikat, Uni Eropa, Kanada, Norwegia dan Turki)
Lembaran kayu venir dan lembaran kayu lapis (disambungkan maupun tidak) dengan ketebalan tidak melebihi 6m
Kayu lapis, panil lapisan kayu dan kayu berlapis semacam itu
Kayu cendana dalam segala bentuk


B. BARANG YANG DIAWASI EKSPORNYA
Adalah barang yang ekspornya hanya dapat dilakukan dengan
persetujuan Menteri Perindustrian dan Perdagangan atau Pejabat yang
ditunjuk. Contoh :
Binatang jenis lembu, hidup (bibit sapi, sapi bukan bibit, kerbau)
Ikan dalam keadaan hidup (anak ikan Napoleon Wrasse, ikan Napoleon Wrasse, Nener)
Inti kelapa sawit
Minyak dan Gas Bumi
Pupuk Urea
Kulit Buaya dalam bentuk Wet Blue
Binatang liar dan tumbuhan alam yang tidak dilindungi termasuk dalam Appedix II CITES (Convention on International Trade in Endangered Species)
Perak tidak ditempa atau dalam bentuk setengah jadi atau dalam bentuk bubuk, bukan tempa, setengah jadi.
Emas bukan tempa atau dalam bentuk bubuk
Lombah dan Skrap Fero, ingot hasil peleburan skrap besi atau baja (khusus yang berasal dari wilayah Pulau Batam)
Limbah dan skrap dari baja stainless, tembaga, kuningan dan aluminium.


C. BARANG YANG DILARANG EKSPORNYA
Adalah barang yang tidak boleh diekspor. Contoh :
Jenis hasil Perikanan dalam keadaan hidup :
Anak ikan Arwana
Ikan Arwana
Benih ikan sidat dibawah ukuran 5 mm
Ikan hias air tawar jenis boti macracanthus ukuran 15 cm ke atas.
Udang galah (udang air tawar) dibawah ukuran 8 cm
Karet bongkah
Kulit mentah, pickled dan wet blue dari binatang melata/reptil (kecuali kulit buaya dalam bentuk wet blue)
Limbah dari skrap fero, ingot hasil peleburan besi atau baja (kecuali yang berasal dari wilayah Pulau Batam) :
Limbah dan skrap dari timah, / baja paduan lainnya
Limbah dan skrap baja lainnya berbentuk gram, serutan dan lain-lainnya
Binatang liar dan tumbuhan alam yang dilindungi dan atau yang termasuk dalam Appendix I dan III CITES, dalam keadaan hidup, mati, bagian-bagian daripadanya, hasil-hasil daripadanya ataupun dalam bentuk barang yang dibuat daripadanya.
Barang kuno yang bernilai kebudayaan.

D. BARANG YANG BEBAS EKSPORNYA
Adalah yang tidak termasuk dari kategori di atas.
.

Selengkapnya disini

Ekspor (Pengertian) - Export is

EKSPOR adalah kegiatan mengeluarkan barang dari Daerah Pabean (UU kepabeanan No.17 TH.2006)

DAERAH PABEAN
Adalah Wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat, perairan dan ruang udara di atasnya, serta tempat-tempat tertentu di zone ekonomi eksklusif dan landasan yang di dalamnya berlaku Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Persiapan Ekspor - Impor - Preparation

Perlu saya sampaikan bahwa dalam memulai bisnis ekspor-impor perlu adanya persiapan-persiapan sebagai berikut :
A. Persiapan Administratif
Yang berhubungan dengan kegiatan administrasi (komputer, internet, email, fax, fotocopy, dll)
B. Persiapan Legalitas
Yang berhubungan dengan ijin-ijin prinsip atau lainnya (TDP, SIUP, NPWP, API, NPIK, ETPIK-BRIK dll)
C. Persiapan Fisik Barang
Kesiapan/ ketersediaan barang, jumlah, model pesanan serta hal-hal yang berhubungan dengan order / permintaan barang dari pembeli
D. Pengetahuan tentang ekspor-impor
Pengetahuan mengenai bisnis/ kegiatan/ proses penanganan ekspor dan impor.